MEMPERBAHARUI POLA HIDUP MENGGEREJA
DENGAN PEMBERDAYAAN KELUARGA
1. Situasi keluarga katolik
A. Di stasi kami ada kegiatan membina hidup keluarga seperti :
Rekoleksi Pasutri. Dalam lingkup keluarga, mencoba merayakan ulang tahun perkawinan bersama umat satu lingkungan. Dan pertemuan atau membahas GSK
B. Kegiatan tersebut diatas dirasakan sangat bermanfaat, terutama bagi keluarga muda.
C. Hal-hal yang meneguhkan hidup perkawinan adalah perkawinan adalah sakramen, rekoleksi pasutri, dan menyadari manfaat GSK. Sedangkan hal yang bisa menggoyahkan adalah pengaruh lingkungan, persoalan ekonomi, dan persoalan kawin campur.
2. Model pembinaan hidup berkeluarga
A. Cara kami menanamkan kebiasaan-kebiasaan hidup rohani: Mengajari anak untuk rajin berdoa sejak usia dini, menanamkan rasa hormat dan cinta kepada ekaristi dan secara aktif mengajak anak mengikuti perayaan sabda dan perayaan ekaristi, dan mendorong anak untuk ambil bagian dalan liturgi.
B. Cara kami menanamkan hidup panggilan terhadap anak maupun pemuda adalah menumbuhkan rasa hormat dan sayang serta menumbuhkan rasa simpati calon imam dan imam. Mendoakan para imam, calon imam, suster dan bruder dalam doa keluarga maupun doa lingkungan.
C. Membiasakan doa bersama dalam keluarga.
3. Peran serta paroki? DPP/komisi keluarga terhadap pembinaan keluarga
A Paroki sangat peduli terhadap keluarga – keluarga katolik dan juga terhadap keluarga katolik kawin campur.
B. Gerakan Pro Life mendapat tanggapan positif baik di stasi maupun di paroki
C. Kuperper sangat membantu bagi pasangan yang mau menikah.
0 komentar:
Poskan Komentar