Total Tayangan Laman

Kamis, 15 April 2010

ARTIKEL : TEMA KELUARGA IV

TEMA IV

MEMPERBAHARUI POLA HIDUP MENGGEREJA

DENGAN PEMBERDAYAAN KERASULAN AWAM

1. Kehidupan menggereja

A. Pelatihan pemimpin ibadat. Pelatihan ini di pandu oleh team Komisi Liturgi dan Kitab Suci dari Palembang Peserta adalah para katekis akar rumput dari stasi-stasi. Pelatihan ini semakin memberdakan kerasulan awam. Awam mulai terlibat dalam pewartaan Sabda kepada umat. Mereka memimpin ibadat di stasi masing-masing pada hari Minggu dan hari raya. Secara umum stasi bisa berjalan tanpa imam ntuk mengadakan doa bersama di gereja. Kesulitan yang kami alami adalah membuat kotbah yang baik dan bermutu. Hal ini kami sadari minimnya umat memahami kitab Suci. Usul; perlu adanya kursus kitab suci.

Pelatihan pembingbing sekolah minggu. Pelatihan ini dipimpin oleh team Komkat Palembang. Pembimbing sekolah minggu saling belajar bersama. Pelatihan memberdayakan umat untuk membina, mendidik dan menumbuhkan iman anak-anak. Di beberapa stasi pembinanaan anak sekolah minggu sudah berjalan dengan baik, tetapi dibeberapa tempat masih kesulitan mencari pembimbing. Hal ini disebabkan umat merasa kurang mampu untuk mengajar dan membina anak.

Pelatihan mazmur, dirigen dan organis. Pelatihan mazmur dan dirigen dibimbing oleh beberapa umaryang punya potensi untuk itu. Telah dicoba beberapa kali, tetapi setelah ada pelatihan sebagian ada yang berhasil sebagian belum berapi tampil.

Rekoleksi PNS. PNS umat paroki Muara bungo cukup banyak, kurang lebih 80 orang. Sebagian besar, PNS umat Muara bungo adalah guru, yang lain; perawat, POLRI, pemda. Guna pemberdayaan PNS, Komisi kerasulan awam memberikan rekoleksi sehari di Paroki St. Paulus Muara Bungo. Hasil rekoleksi dan tindak lanjut, PNS sendirilah yang tahu.

B. Pedalaman iman di lingkungan. Pendalaman iman dilakukan seminggu sekali. Bahan pendalaman iman disesuaikan dengan kalender liturgi dan dari Komkat. Bahan diolah sendiri oleh pemandu. Minimnya pembekalan, menimbulkan kesulitan pemandu untuk menyampaikan materi. Usul; baik kalau ada pembekalan setiap pemandu sebelum menyampaikan Pendalaman Iman.

2. Keterlibatan dalam masyarakat

A. - Menghadiri undangan wiritan umat muslim

- Menghantar saudara muslim yang mau naik haji

- Gotong royong

B. Umat Katolik masih menjadi panutan dalam hal kejujuran. Hal ini nampak, bahwa umat katolik masih dipercaya di tengah masyarakat menjadi bendahara, ketua RT, kepanitiaan pesta perkawinan.

0 komentar:

Entri Populer

Laman