Total Tayangan Laman

Kamis, 15 April 2010

TEROPONG

TEROPONG

Gereja-umat Katolik di Paroki santo Paulus Muara Bungo berada dalam komunitas-komunitas kristiani yang hidup dalam stasi-stasi dengan jumlah keluarga yang variatif. Secara geografis, keberadaan komunitas-komunitas itu saling berjauhan. Medan pelayanan yang demikian itu menenuntut ketegaran jiwa raga ini, titik-tuju untuk menjadi Gereja-Mandiri secara finansial-ekonomi dan rohani-spiritual adalah sebuah kerinduan dan imperatif-harus-jadi.

Gereja-umat Katolik di Paroki santo Paulus Muara Bungo adalah terpencar-pencar. Ia berada sebagai Gereja Diaspora. Membangun hidup kristiani dalam kondisi demikian perlu, secara teologis, pembekalan akan eklesiologi (ilmu tentang Gereja), kristologi (ilmu tentang Kristus), sakramentologi (ilmu tentang sakramen) dan devosi, dan Ajaran sosial Gereja. Keempat kerangka pikir ini akan sangat membantu untuk mewujudkan persekutuan umat Allah yang secara aktif membangun iman yang mendalam dan dewasa serta mengembangkan persaudaraan yang tulus dalam solidaritas hidup bersama masyrakat.

Butir-butir refleksi-renungan yang secara terus-menerus perlu diasah :
1. Eklesiologi
a. Pemahaman tentang Gereja dalam ajaran Konsili Vatikan II
b. Gereja sebagai persekutuan (communion/communio)
c. Gereja sebagai Sakramen keselamatan
d. Gereja kita adalah Gereja Diaspora

2. Kristologi
a. Dasar iman kristiani : Kristus Tuhan, Ia bangkit
b. Yesus Kristus yang sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia, Dialah sungguh-sunnguh Allah dan keselamatan kita
c. Kristus adalah Mediator keselamatan (Juruselamat satu-satunya)

3. Sakramentologi
a. Sakramen inisasi (baptis-ekaristi-krisma) adalah dasar hidup dalam Gereja
b. Sakramen Ekaristi adalah Sumber dan Puncak hidup Gereja
c. Teologi Hari Minggu dan devosi (terutama Rosario dan Hati Kudus Yesus)

4. Memahami Ajaran Sosial Gereja
a. Ensiklik Sosial dari Rerum Novarum sampai Centiumus Annus
b. Nota Pastoral Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
1. Tahun 2003 : Keadilan Sosial bagi semua
2. Tahun 2004 : Menuju Habitus Baru Bangsa. Keadilan sosial bagi semua : pendekatan sosio-budaya
3. Tahun 2006 : Habitus Baru : Ekonomi yang berkeadilan. Keadilan bagi semua : pendekatan sosio-ekonomi


Satu hati, satu pikir dan satu langkah menyatukan kebersamaan itu wajib terwujud. Perbedaan pasti ada diantara sekian banyak pribadi dari anggota umat Allah, namun bukan halangan untuk maju seayun-searah bagi Gereja di Paroki santo Paulus Muara Bungo.




0 komentar:

Entri Populer

Laman